Friday, February 22, 2008

PENGENALAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT BURIK BUAH JERUK

Masyarakat Jeruk Indonesia
Website: http://www.citrus-indonesia.com, E-Mail: mji@citrus-indonesia.com
Klik di sini untuk kembali

PENGENALAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT BURIK BUAH JERUK

Pendahuluan

Buah jeruk burik adalah buah yang sebagian atau seluruh kulitnya berubah warna menjadi kecoklatan, lebih kasar, kadang timbul bintil yang disebabkan organisme pengganggu tertentu. Pertumbuhan buah selanjutnya menjadi terhambat dan gejala yang ditimbulkan bersifat permanen hingga buah tua.

Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) hama penyebab burik adalah Thrips (Scirtotrips citri), Tungau Karat (Phyloccoptura oleivera Ashmed), dan Tungau Merah (Panonychus citri M). Sedangkan patogen penyebab burik adalah kudis (Spaceloma fawcetti Bitanic dan Jenk), Embun tepung (Oidium tingitanium Carter) dan Kanker Jeruk (Xanthomonas axonopodis pv. citri). Masing-masing OPT apabila menyerang tunggal atau bersama-sama akan menyebabkan gejala burik dengan ciri spesifik yang berbeda-beda.

I. THRIPS (Scirtotrips citri)

Proses terjadinya penyakit burik diawali saat berbunga, bunga yang mekar merupakan stadia yang paling rentan terhadap serangan hama Thrips (Scirtothrips citri). Telur Thrips berukuran sangat kecil diletakkan pada jaringan daun muda, tangkai, kuncup dan buah. Setelah 6 sampai 8 hari telur menetas berupa instar pertama berwarna putih transparan kemudian telur sebagian besar berwarna kuning dan coklat. Bekas serangan akan meninggalkan luka burik disekeliling tangkai buah, luka tersebut tidak bisa sembuh sampai buah tua, sehingga kulit buah berwarna coklat kasar dan tidak bisa hilang.

Pengendalian hama Thrips dapat dilakukan dengan menjaga agar lingkungan tajuk tidak terlalu rimbun; membersihkan kebun dari gulma dan sisa tanaman yang sudah mati; menggunakan insektisida dengan bahan aktif Cyhexatin, Dicofol, Alfametrin dan Alfa sipermetrin.

II. TUNGAU KARAT (Phyloccoptura oleivera Ashmed)

Tungau karat memangsa dengan memasukkan cheliceral stylet dalam sel tanaman dan menghisapcairan tanaman pada hampir semua vrietas jeruk. Imagoberwarna kuning sampai orange, panjang lebih kurang 0.2 mm. Telur diletakkan pada permukaandaun dan buah. Siklus hidup berlangsung sampai imago antara 7-10 hari pada musin panas atau 14 hari pada kondisis dingin. Imago betina hidup kurang dari 20 hari dan selama masa hidupnya mampu bertelur sebangak 20 butir.

Tungau karat memangsa terutama pada buah muda mulai yang ukurannya sebesar kacang dan kerusakannya biasanya tampak setelah buah berukuran sebesar kelereng. Lapisan epidermis kulit buah ikut rusak dan seiring dengan membesarnya buah akan tampak gejala bekas tusukan pada buah, walaupun hama tungaunya sudah tidak ada. Apabila serangannya parah, selain cabang, daun dan buah muda, buah yang masak bisa juga terserang. Serangan awal pada buah menimbulkan gejala warna buah keperakan (pada jenis lemon dan grapefruit) atau coklat keperakan (pada jeruk jenis lain). Pada fase selanjutnya buah yang terserang warnanya berubah menjadi coklat, sampai ungu kehitaman. Serangan P. Oleivora berpengaruh terhadap diameter, bobot dan kandungan nutrisi buah serta dapat mengakibatkan gugur buah lebih dini. Varietas jeruk berpengaruh terhadap tingkat serangan pada buah.

Di lapang populasi tungau dikendali secara alami oleh predator Amblyseius citri. Secara kimia hama tungau dapat dikendalikan dengan akarisida antara lain yang berbahan aktif propagit, dikofol, heksitiazoks dan amitraz. Apabila pengendalian terhadap serangan penyakit menggunakan fungisida yang berbahan aktif belerang (Sulfur) seperti maneb, mankozeb zineb atau bubur California maka pengendalian terhadap tungau kadang-kadang tidak diperlukan lagi karena sulfur diketahui dapat mengurangi populasi tungau.

III. TUNGAU MERAH (Panonychus citri Mcgregor)

Telur yang berwarna merah tua dan berbentuk bulat adalah fase yang mudah untuk membedakan dari tungau jenis lain. Telur sebagian besar diletakkan di permukaan bagian atas sepanjang tulang daun, tetapi sebagian lainnya diletakkan pada permukaan daun bagian bawah dan pada imago betian dari tungau ini berbentuk oval, berwarna merah tua dan mempunyai bulu-bulu yang panjang dan menarik perhatian. Tungau jantan ukuran tubuhnya lebih kecil, lebih runcing dan mempunyai kaki yang relatif panjang dan geraknya lebih aktif daripada yang betina.

Populasi tungau merah banyak ditemukan di permukaan daun bagian atas, dan sebagian kecil menyerang buah dan cabang. Dalam proses memangsa, tungau merah menghisap klorofil dari daun, sehingga warnanya berubah menjadi bintik-bintik kelabu dan keperakan.

Serangan lebih parah di musim kering di mana kelembaban dalam tanaman menurun. Pada kondisi demikian dari efek serangan tungau, iklim dan faktor fisiologis dapat mengakibatkan gugurnya buah dan ranting muda mati. Buah yang masih hijau lebih disenangi daripada yang tua, tetapi gejala serangan lebih jelas terlihat pada buah yang tua dan bersifat permanen. Pengendalian yang harus dilakukan sama dengan teknologi pengendalian Tungau Karat.

IV. KUDIS (Spaceloma Fawcetti Bitanic And Jenk)

Pada awalnya penyakit ini banyak menyerang terutama pada batang bawah JC (Japanese Citron), RL (Rough Lemon), Sour Orange, Rangpur Lime dan Carrizo Citrange tetapi akhir-akhir ini dilaporkan telah menyerang pada spesies komersial terutama jeruk Siam (C. suhuiensis Tan.).

Serangan pada daun muda menyebabkan titik penetrasi memanjang vertikal yang selanjutnya menyebabkan bercak kudis (coklat timbul) pada daun. Serangan pada daun, ranting dan buah menyebabkan Kudis/tonjolan kutil keras yang tidak bisa hilang sampai buah tua. Pada daun, serangan terutama pada bagian bawah, yang terkumpul seperti kerak. Serangan parah menyebabkan daun berkerut, pertumbuhan kerdil dan malformasi titik tumbuh.

Pengendalian dan pencegahan disarankan mulai buah pentil sampai berumur 2 bulan yang merupakan fase kritis buah; tidak membuat pembibitan disekitar tanaman produksi; menggunakan pestisida dengan bahan aktif Captafol, Benomyl, Thiophanate-metyl, dan Dithianon.

V. EMBUN TEPUNG (Oidium Tingitanium Carter)

Gejala khas ditunjukkan dengan adanya tepung putih yang merupakan masa spora. Tunas dan daun muda merupakan kondisi rentan adanya serangan embun tepung (Oidium tingitanium Carter). Jamur ini termasuk obligat parasit yang dapat tumbuh hanya pada jaringan tanaman yang masih hidup.

Jamur tumbuh diluar jaringan tanaman, tetapi memasukkan organ pemakan (Haustorium) kedalam sel epidermis. Serangan mengakibatkan rusaknya jaringan epidermis daun dan buah yang tidak dapat sembuh kembali. Meskipun jamur dapat dikendalikan, tetapi bekas luka pada jaringan epidermis tetap meninggalkan luka.

Pengendalian dilakukan dengan membuang tunas dan daun yang memiliki tanda terserang sebelum fase pertunasan untuk mengurangi sumber patogen, sedangkan fungisida yang disarankan menggunakan bahan aktif Siprokonazol, Copper Hidroxide, Propineb dan Benomyl.

VI. KANKER JERUK (Xanthomonas Axonopodis Pv. Citri)

Buah burik dapat pula disebabkan oleh adanya serangan bakteri Xanthomonas axonopodis pv. citri penyebab kanker pada jeruk. Bakteri akan dapat berkembang cepat pada kondisi suhu lingkungan 20 sampai 300 C, pada kondisi yang sesuai dengan bantuan sedikit air, patogen akan migrasi melakukan penetrasi melalui lubang alami atau luka oleh serangga mapun mekanis.

Serangan bakteri akan menyebabkan jaringan tanaman membuat pertahanan dengan timbulnya kanker yang tumbuh pada jaringan daun, ranting dan buah. Kanker yang tumbuh tidak dapat sembuh kembali dan mengakibatkan ranting kering, daun gugur, atau buah yang ditumbuhi banyak kanker.

Pengendalian yang disarankan adalah membuang bagian tanaman yang terserang agar tidak menjadi sumber patogen penular, membersihkan alat pertanian dengan alkohol 70% atau sodium hipoklorit 0.5%; menggunakan bakterisida atau menggunakan pestisida berbahan aktif Tembaga (Cooper).

Penyebab buah burik sudah diketahui masing-masing cara pengendaliannya. Penurunan persentase buah burik dapat dilakukan dengan beberapa hal yaitu pemahaman pengelola tanaman terhadap penyebab-penyebab tersebut, pelaksanaan pengendalian harus tepat waktu, tepat buah, tepat cara, dan tepat dosis.

Sumber : Lolit jeruk 2004

Dari Situs : http://www.citrus-indonesia.com/template.php3?f=artikel/PENYAKIT%20BURIK%20BUAH%20JERUK.htm

No comments: